Agenbola, bandar Judi, Judi Bola

Cerita Dewasa Seks Ibu Rina Bergairah

21st April 2016 | Cat: CERITA DEWASA | 744 Views |

memekpepek.com- Hampir setiap ada kesempatan aku bersetubuh dengan mertuaku, kesempatan itu aku lakukan saat istriku Indri sedang ada tugas di luar kantor yang memaksa untuk nginap beberapa hari di luar kota, aku dan mertuaku selalu tidur satu ranjang layaknya suami istri, apabila birahi datang kami selalu melengkapi dengan saling membutuhkan biasanya aku semprotkan air maniku di dalam vagina mertuaku.

Cerita Dewasa Seks Ibu Rina BergairahTak lama beberapa bulan ternyata akibatnya fatal yaitu mertuaku hamil atas spermaku, aku kira mertuaku sudah tidak bisa hamil karena umurnya yang sudah tua 53 tahun, tapi atas kehendak mertuaku sendiri aku agak tenang jadi semua bisa diatasinya, saat mertuaku pulang ke desanya aku berniat untuk kesana dan memeriksakan kandungannya.

Cerita Dewasa Seks Ibu Rina Bergairah

Cerita Dewasa Seks Ibu Rina Bergairah

Tapi mertuaku menolak untuk aku temani entar malah suaminya curiga, setelah aku yakin bahwa mertuaku bisa menyembunyikan perbuatan itu otak jorokku keluar lagi dengan menelpon mertuaku aku bilang bahwa aku kangen banget, dan mertuaku juga merasakan apa yang aku rasakan. Setelah lama ngobrol tiba tibb handphone yang satunya berbunyi.

Hallo, selamat pagi. Pento kamu tolong ke ruang Ibu sebentar.

Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan IbuRina. Ibu Rina, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan.

Aku taksir, usia Ibu Rina kurang lebih 45 tahun, Ibu Rina seorang wanita yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Rina tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Rina agak gemuk.

Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya.

Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?.

Oh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada

kesalahan. Jawabku.

Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?. Tanya Ibu Rina.

Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa.

Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah

penyakit mu. Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok. Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Rina, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Rina berkata, Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamil.

Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh

mendapatkan malu yang luar biasa.

Dari mana Ibu tahu? tanyaku dengan suara yang terbata bata.

Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu.

Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh

dengan Ibu mertuamu sendiri.

Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Rina adalah atasanku, selain itu Ibu Rina adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat. Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.

Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu. Terima kasih Bu, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku

Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK. Tentang apa Bu? tanyaku.

Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak pintanya tegas.

Akupun keluar dari ruangan Ibu Rina dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Rina yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.

 

Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya, Tanya Wilman sohibku. Ah, nggak ada apa apa Aku lagi capek aja. Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu. Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Rina denger mati kamu.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku,

Rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Rina, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku,

Uh.. rasanya mau meledak dada ini, Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman. Kring.. , kuangkat telepon di meja kerjaku. Gimana? Sudah siap, Tanya Ibu Rina. Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda.

Ternyata Ibu Rina tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya.

Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Rina, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Rina masuk ke halaman dan parkir. Ibu Rina pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM. Hi.. Pento ngapain kamu disini?, sapa Ibu Rina. Aku jadi bingung, namun Ibu Rina mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Rina, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang. Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga, sahutku. Ibu Rina pun bergabung antri di depan ATM.

Gimana, temenmu belum datang juga? Saat Ibu Rina keluar dari ruang ATM. Belum Bu. Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah.

Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Rina, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Rina sementara Ibu Rina sendiri duduk dibangku belakang.

Ayo, Pak Bari kita pulang Iya Nya.. , sahut Pak bari Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang. Uh.. batinku Ibu Rina mulai bersandiwara lagi. Memangnya ada apa Ibu mencari saya?.

Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK.

Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Rina. Ayo masuk, ajak Ibu mia.

Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Rina pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Rina yang begitu antik dan mewah. Selamat sore Nya,

Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.Baik Nya. Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Rina. Silakan Den, ini kamarnya.

Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.

Kring.. , kring.. , kuangkat telepon yang menempel di dinding.

Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut. Oh.. iya Bu terimakasih.

Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku.

Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Rina belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Rina yang masuk,

Aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Rina tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Rina datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku

memandangi tubuh Ibu Rina, walaupun gendut tapi Ibu Rina tetap cantik.Gairah Sex

Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Rina berkata kepadaku, Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakan.

Tapi Bu, protesku. Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu.

Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku. Sial!, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Rina saat itu. Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu, bentak Ibu Rina. Mm.. , luRinan juga kontolmu.

Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Rina tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia. Nah, sekarang ceritakan semuanya.

Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami.

Kulihat Ibu Rina mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Rina menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Rina bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku,

Sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Ibu Rina membuat jakunku turun naik Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu, bentaknya lagi.

Baik Bu, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Rina menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok

kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku. Ahh.. , jeritku tertahan saat mulut Ibu Rina mulai mengulum kontolku. Ahh.. Bu.. , nikmat sekali Kuangkat kepala Ibu Rina, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku.

Bu.. kita pindah keranjang saja, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh Ibu Rina, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.Ahh.. , Jerit Ibu Rina saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya. Uhh Pento.. enak.. sayang.

Ketelusuri tubuh Ibu Rina dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Rina yang licin tanpa sehelai

rambutpun. Kuhisap memek Ibu Rina dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Rina sudah sangat terangsang mendengar ceritaku. Ahh, jerit Ibu Rina saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas- remas teteknya.Gairah Sex

Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Rina yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku.

Usahaku berhasil, Ibu Rina memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Rina, tubuh Ibu Rinapun makin menegang.

Aaarrgghh.. Pento, jerit Ibu Rina tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya,

Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Rina, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Rina menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Rina kujilati teteknya kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.

Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu, pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Rina tengkurap kini. Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali.

Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Rina pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu Rina. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Rina. Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat.

 

Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Rina, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku.

Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Rina, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu Rina dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.

Uhh.. , jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku,Ibu Rinapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.

Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. .

Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Rina, beberapa detik

kemudian Ibu Rina pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, IbuRina tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.

Ibu Rina rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Rina. Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Rina sudah lelap tertidur,

Dari celah belahan memek Ibu Rina, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang

telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali tubuh Ibu Rina, kontolkupun tegak kembali, kubalik tubuh Ibu Rina agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di

lubang memek Ibu Rina.

Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang, Lirih sekali suara Ibu Rina.

Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Rina, Bless.. Licin sekali,

kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Rina terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk

kontolku,

Rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan Rinat, tanpa perlawanan Ibu Rina hanya memejamkan

matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Rina.. , dan

langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Rina.

Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Rina, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku

terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas

membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

Bu.. Bu.. Rina bangun Bu.. .

Akhirnya dengan malas Ibu Rina membuka matanya.

Sudah malam Bu saya mau pulang.”Puas Ngentot Memek Boss”

Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi.

Ibu Rinapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.

Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Rina masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Rina keluar

dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

Ini untuk kamu.

Apa ini Bu?, Tanyaku, saat Ibu Rina menyodorkan sebuah amplop kepadaku.

Aku menolak pemberian Ibu Rina, namun Ibu Rina terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi

amplop yang diberikan Ibu Rina lalu kembali kami berciuman dengan mesranya.

Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Rina.

Foto Ngentot Memek tante

klik disini
cerita Hot hamil tua bergairah,cerita kontol besar panjang ngentot memek tembem bu rina ibuku istriku,Ngentot tante montok baru kenal ketika mengambil di atm dengan kontol gedeku