Agenbola, bandar Judi, Judi Bola

Cerita Dewasa Seks Memek Hana Menggoda

21st April 2016 | Cat: CERITA DEWASA | 416 Views |

memekpepek.com- Pada suatu hari di kantorku, ketika aku sedang tidak begitu ada kerjaan, tiba-tiba aku teringat kalau 3 hari lagi adalah ultahnya Hana. Wah, kayaknya perlu diberi kejutan nih selama 2 hari 2 malam di hari jadinya. Di otakku langsung saja terbayang hal-hal yang berbau seksual. Kupikir aku perlu ambil cuti 2 hari nanti, begitu juga Hana. Lebih baik kutelpon dia sekarang.

Cerita Dewasa Seks Memek Hana Menggoda “Halo, selamat siang, bisa bicara dengan Hana”

Tak lama kemudian,

Cerita Dewasa Seks Memek Hana Menggoda

Cerita Dewasa Seks Memek Hana Menggoda

“Halo Fajar sayang, ada apa nih”, Hana bermanja-manja padaku.

“Ndak ada apa-apa, cuma pengen ngajak kamu keluar makan siang nanti, bisa enggak nih”, tanyaku.

“Oh kalau itu sih pasti bisa, kemana nih”

“bagaimana kalau di kantin deket kantor kamu, oke??”

“Oke boss, saya tunggu yah, awas, jangan sampe telat!”, sambil ketawa-ketawa.

“Bye” lalu Hana menutup teleponnya.

Lalu aku pun kembali bekerja, tapi di kepalaku sedang terbayangkan kira-kira apa yang bakal aku belikan buat dia nanti. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.35. Wah, aku harus cabut nih, tak boleh telat. Untung boss sedang keluar kantor, jadi aku tak perlu minta ijin dulu.

Cerita Sex, Akhirnya sampailah aku di kawasan perkantoran di daerah Sudirman. Setelah parkir, buru buru aku pergi ke kantin yang sudah dijanjikan. Kulihat Hana melambaikan tangannya dari jauh.

“Hai Jar!” Kami lalu mencari tempat makan yang sepi, namanya juga berduaan, mHana enak makan di tempat yang rame banget. Setelah memesan makanan dan duduk di pojokan, lalu akupun berkata

“Eh, Na, di kantor kamu lagi banyak kerjaan nggak?”.

“Emangnya kenapa” Hana terlihat penasaran

“Kalau enggak sibuk, bagaimana kalau kamu minta cuti sama boss kamu selama 2 hari mulai tgl 12″.

“Buat apa Jar, apa kamu sedang merencanakan sesuatu?”

“Sesuatu yang akan membuat kamu tergila-gila”

“Apa tuhhh”

“Tunggu aja tanggal mainnya sayang” sambil kucubit lembut pipinya.

Selesai makan, kuantar Hana ke kantornya, lalu akupun balik ke kantorku dan menyelesaikan pekerjaanku. Kira-kira 2 jam kemudian, Hana menelepon.

“Halo Jar, saya udah ngomong sama bossa” katanya dengan suara lemas.

“Lalu apa katanya” tanyaku penasaran.

“Saya tidak dapet cuti 2 hari”

“Yah payah boss kamu, Na. Kalau begitu nanti saya culik kamu pas harinya”

“Nah, kabar baiknya, saya dikasih cuti 3 hari, ha ha ha, kena kamu”, Hana tertawa terbahakbahak.

“Hey, dasar kurang ajar kamu, dasar setan cantik, nger jain orang aja bisanya”

“Biarin, daripada kamu setan jelek”

“Yah udah, entar surprisenya kagak jadi deh”

“Jangan ngambek dong sayang, setan cantik khan cuma bercanda”

“Yah udah, 2 hari lagi saya ke tempat kamu abis pulang kerja”

“Oke deh, kutunggu dikau nanti, bye bye sayang”

“Bye bye” “klik”, lalu aku menemui bossku untuk minta cuti, dan untungnya dapet juga, mumpung bossku mood-nya lagi bagus hari ini.

Tak terasa, 3 hari pun berlalu. Sepulang kerja, kujemput Hana di kantornya, lalu kami pergi ke supermarket untuk membeli makanan selama 3 hari, soalnya kami merencanakan untuk tidak kemana-mHana selama liburan. Tidak lupa aku membeli madu 1 botol.

“Lho Jar, buat apa beli gituan” Hana menatapku dengan heran.

“Itu bagian dari surprise tersebut, tunggu aja, yang pasti kamu bakalan merem melek nantinya” kataku mantap.

“Wah, saya jadi penasaran nih sama surpjare kamu”

“Just wait ‘n see, honey” Selesai belanja lalu kami bergegas menuju apartemen Hana.

Sesampainya di apartemen, aku langsung menarik Hana menuju kamar mandi.

“Sabar dong boss, kayak enggak ada hari esok aja” katanya manja.

“Ultah kamu khan hari ini, so pasti memang tidak ada hari esok” kataku sambil melepas bajunya satu persatu.

Cerita Dewasa, Setelah ia bugil total, lalu kujilat buah dadanya, mulai dari putingnya ke dasarnya. Kuhisap-hisap putingnya dengan lembut.

“Oooohhhh Jar, enak sekali, terussss” desah Hana

Ketika Hana ingin membuka bajuku, kutahan tangannya.

“Sayang, buka dong, nggak adil nih”

Lalu kulepaskan semua pakaianku sehingga terlihat senjataku mengacung sangat tegak, ketika

Hana ingin meraihnya, kukatakan padanya,

“Say, jangan dulu, hari ini kamu akan menjadi ratu, biarkan daku melayanimu sampai puas”

Setelah itu, lalu kubasahi seluruh badannya, dan kusabun seluruh lekuk tubuhnya, tak lupa buah dadanya kuremas lembut lebih lama. Kuputar-putar putingnya, Hana hanya bisa mendesah nikmat. Lama juga aku bermain di dadanya, kira-kira ada 15 menit. Setelah itu tanganku mulai turun ke selangkangannya. Kumainkan klitorisnya, Hana semakin mengerang hebat.

“Toonnnn, teerruss, terusss, auuughhh, enak sekali, terrruss”

“Jar, masukin dong penis kamu, saya udah gak tahan nihhh”

“Oh, yang itu nanti sayang, sabar aja”

“Tapi saya pengen banget nih, oohhh”

“Sabar aja, pokoknya hari ini kamu jadi ratuku, Aku bakalan membuat kamu orgasme ratusan kali selama 3 hari ini”

“Saaayyy, tulang saya bisa copot nih orgy ratusan kali”

“Biarin, salah sendiri punya body seksi sekali”

“Ahh aahhh aaahhh, seeessstt, guaa kayaknya pengen nyampe nih sayyy” Hana meracau tak menentu.

Cerita Mesum, Kupercepat gerakan jariku memainkan klitorisnya, sementara jariku yang lain sedang dihisaphisapnya seolah-olah ia sedang menghisap penisku.

“Aaaarrrggghh, I’m comminngg, honey, commiiingg, commiiingg, ohhhh”

Pinggulnya bergerak maju mundur sementara badannya melengkung kaku ke belakang, sepertinya Hana sangat menikmatinya.

“Jar, tadi rasanya enak sekali seolah olah kamu lagi meng-onani vagina saya, ohh” Hana mendesah pelan.

“Oh, itu masih belum apa-apa, nanti masih ada lagi yang lebih hebat sayy ” kataku sambil meremas-remas buah dadanya.

“Wah, mati aku deh, bisa bisa nanti kagak bisa kerja”

Kubilas tubuhnya dari busa yg masih melekat, terutama di bagian vaginanya karena banyak sekali cairannya yang mengalir keluar. Setelah tubuh Hana bersih, lalu akupun mulai menyabuni diriku sendiri. Tapi tanpa kusadari tiba-tiba Hana memelukku dari belakang dengan kuat lalu satu tangannya menangkap penisku.

“Eh kenapa say, kan saya bilang nanti” sambil aku melawan sedikit.

“Khan hari ini ultahku, kamu mesti nurut sama saya, kalau kamu bisa bikin saya orgy ratusan kali, saya juga mesti sedot sperma kamu sampai habis, baru adil” kata Hana sambil menyeringai manis.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

“Ya udah deh, saya nyerah sama ratuku, tapi bilas dulu dong sabunnya”.

Lalu Hana membersihkan sabun terutama di sekitar penisku, lalu ia mulai mengocok-ngocok dan memainkan penisku, kadang pelan kadang cepat, ia mengocok sambil matanya menatapku dan tersenyum manis sekali.

“Bagaimana sayang, enak khan seperti ini?” Hana tersenyum manis sekali

“Ohhh, aduuuh, enak sekali sayang, ohhh, uhhhh, wajah kamu manissss sekali sayangku” kataku sambil menahan rasa nikmat yang tidak terkira.

“Saaaayyyy, ganti dong pake mulut kamu”

Lalu dia dekatkan kepalanya, dan dijulurkan lidahnya. Kepala batang kejantananku dijilatinya perlahan, seolah olah sedang menjilati es krim. Lidahnya mengitari kepala senjata meriam aku. Semilyard dollar… rasanya… wow… enak sekali. Aku hanya bisa merem melek menikmatinya sambil bersandar di bath tub. Lalu dikulumnya batang kejantananku. Aku melihat mulutnya sampai penuh rasanya, tetapi belum seluruhnya tenggelam di dalam mulutnya yang mungil. Bibirnya yang tipis terHanan keluar masuk saat menghisap maju mundur.

Hana memasukkan dan mengeluarkan kejantananku dari dalam mulutnya berulang-ulang, naik turun.

Gesekan -gesekan antara kemaluanku dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi diriku.

“Auuh… aahhh…” akhirnya aku sudah tidak tahan lagi.

Batang kemaluanku menyemprotkan sperma kental berwarna putih ke dalam mulutnya. Bagai kehausan, Hana meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.

“Duh, masa baru begitu saja sudah keluar.” Hana meledek aku yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.

“Na.., saya… udah 3 hari nih… tidak bercumbu dengan kamu…” jawabku terengah-engah.

“Tapi lumayan banyak juga sperma kamu, kayaknya boleh nih tiap 3 hari saya isep penis kamu, biar saya tambah awet muda” katanya tanpa melepas pegangannya dari penisku.

“Whatever you want, my queen” kataku sambil mencium bibirnya.

Lalu Hana mulai menyabuni seluruh tubuhku, terutama di sekitar penisku agak lama, sehingga mau tidak mau penisku bangun lagi. Hana mulai memainkannya lagi.

Tapi aku tidak mau keluar lagi, jadi harus kustop dia.

“Eh, Na, stop dulu, entar saya keluar lagi nih” kataku sambil menahan nikmat.

“Biarin aja, salah sendiri kenapa penis kamu gampang terangsang” katanya sambil tertawa.

Lalu ia melanjutkan menyabuniku, setelah itu ia membilas tubuhku, oh rasanya segar sekali, nikmat sekali rasanya dimandikan oleh pacarku ini, sesekali ia menjilat-jilat kepala penisku, sesekali ia menghisapnya, sambil matanya menatapku, oh manis sekali wajahnya. Selesai itu, aku mengambil handuk mengelap seluruh tubuhku dan tubuhnya, tak lupa aku melakukan gerakan memijat ketika sedang mengelap buah dadanya, ia hanya bisa merem melek sambil mulutnya megap-megap Lalu kutarik dia ke kamarnya, kuambil selimut baru lalu kugelar di atas lantainya. Kulihat Hana sepertinya penasaran dengan tindakanku ini.

“Lho Jar, ngapain kamu”

“Ini surprisenya, sayang, nah sekarang kamu baring aja di atas selimut, saya ambil madu dulu”

“Wah kayaknya saya bakalan orgy gila-gilaan nih”

“Iya say, tunggu aja” teriakku sambil mengambil madu dari kulkasnya.

Sekembalinya ke kamar, kulihat Hana masih berbaring, lalu aku duduk di atas pahanya, kubuka botol madu lalu kutuang di atas badannya, kulihat dia terkejut sedikit, mungkin akibat dinginnya madu tersebut, kugosok-gosok madu tersebut di seluruh tubuhnya, terutama di buah dadanya.

“Aaahh… Jar… sshhhss…” erang si Hana ketika kuusap-usap permukaan dadanya rata terbungkus madu kecuali putingnya.

“Sshhh… terusss… Jar ciumin dong…” Dia menggigit bibirnya sendiri.

Wah, ternyata dia suka surprisenya, aku cium putingnya sambil memainkan lidahku melilit-lilit puting merah muda itu, kemudian kugigit manja.

“Aahhh… ssshhhss… aku mao keluar Jar… sshshhh bagaimana nih…” erangnya.

Segera kugosokkan madu ke arah paha dalamnya secara perlahan terus sampai mendekati daerah lipatan yang sangat hangat itu.

“Ahh… sshshs… Jar… jilat dong.. udah nggak tahan nih.. sss…” lirihnya.

“Sshhh hmmm… kok diam… please…” rengek Hana.

“Tunggu ya….” jawabku.

Kemudian segera kujilati lubang kemaluannya sambil mengusap-usap payudaranya, dan mulai kujilati bibir luar vaginanya

“Ahhh… Jar… terus ssshhh… kamu… di situ… ssshh,” erangnya.

Dengan lidah kukait-kait klitorisnya sambil kutelusuri garis bibir vaginanya. Sambil menggoyangkan pinggulnya kiri-kanan Hana berkata,

“Yesss… di situ… ahhh… ssshs…” katanya ketika mulai kuhisap dan menjilati klitorisnya.

Setelah membesar, aku tusuk-tusukkan lidahku di liang senggamanya tetapi tak kuduga reaksinya.

“Aahhh… shshshsh mmmhh ssss… terussss hhhmm,” Hana menggelinjang-gelinjang sambil memaju-mundurkan pinggulnya, vaginanya seolah-olah merebut lidahku untuk masuk lebih dalam kerongga nikmat itu, sementara batang kemaluanku sudah merah padam dari tadi ingin segera menggantikan lidahku.

“Ahhh… teruuusss… teruuusss.. lebih cepaat… sssh…” gelinjang Hana semakin cepat.

“Shshsss… aku hampiiirrr… shshhh… mmyamyam memem.. sss,” suaranya semakin kacau.

Pantatnya semakin cepat mengocok lidahku, sehingga selimut di lantai itu berantakan. Ketika gerakan lubang kemaluannya makin rutin, segera kuhentikan dan kutarik lidahku, terlihat alis si Hana mengkerut seperti sedang bertanya-tanya, sementara dadanya masih naik-turun dengan cepat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, secepatnya kuposisikan kepala penisku ke lubang hangat dan basah itu.

“Ahh… sshsh mmmm…” erang manja si Hana. Memang penisku tidak terlalu besar, hanya kepalanya agak besar dan melengkung ke atas seperti terompet tapi panjang. Badan Hana menjadi kaku seakan menantikan sesuatu

“Rileks sayang… sebentar kita lanjutkan perasaanmu,” bisikku.

Kemudian kudorong perlahan kepala penisku. Setelah kepala penisku masuk, secara bertahap kudorong batangku agak dalam, kutarik lagi sedikit, dorong lebih dalam, tarik sedikit, sampai…

“Bluessss… duk…” kiranya sudah mentok kebentur ujung rahimnya, padahal belum semuanya masuk lho. Terasa di tangan kiriku kira-kira masih tiga lebar jariku tapi efeknya

“Ssshhh… mmmhhhh… aaahhh… auh!” jerit tertahan Hana.

Kurasakan agak banjir di dalam sHana dan jepitan di sepanjang kepala penis sampai hampir seluruh batangku itu makin erat.

“Ahhh… sssh shshss…” aku coba konsentrasi karena vagina yang nikmat dan sangat sempit ini mencoba menarik semua spermaku sehingga kepala penisku membesar dan berdenyut-denyut menahan kenikmatan yang nyaris memancar.

Kemudian aku coba goyang secara perlahan, makin lama makin cepat. Kupraktekkan rumus ini itu sambil membuatnya menikmati setiap gesekan penisku serta mengalihkan pikiranku untuk melupakan nikmatnya lubang kemaluan Hana, sempitnya vaginanya. Tubuhnya yang sempurna, payudaranya yang ranum dan kencang yang tertekan dadaku.

“Ouch… ssshhh… hemmm…” sulit rasanya menghadapi kenyataan nikmat ini, apalagi setelah puncak kenikmatannya yang tertunda itu kembali melanda Hana, ini terbukti dengan goyangan pinggul dan pantatnya berputar dan sekarang maju-mundur, gairahsex.com menentang setiap gerakanku yang semakin cepat tusuk dan tarik.

“Aahhh…”

Kucium dan kulumat bibirnya, kulilit lidahnya, kulihat dia tidak bisa menahan kenikmatan yang melanda itu, sehingga Hana pun membalas ciumanku dengan gHanasnya. Geregetan, rangsangan, kenikmatan, itu yang mungkin ada di pikirannya.

Setelah hampir setengah jam kami goyang (kurasa Hana sudah mau orgasme) dan akhirnya vaginanya mulai menjepit dan mengurut penisku cepat sekali. Dengan nafasnya yang memburu dan gerakan pinggulnya.

“Aaahhhh.. aku.. keluar.. ssshhmm.. aku keluar sayang… ssshs hh shsh,”

Hana mulai meracau tidak karuan sambil kakinya melingkari pinggangku dan menekan pantatku keras seakan-akan dia sanggup menelan penis panjangku sehingga kurasa bahwa setiap kutusuk vaginanya terasa ada benturan dan terus memutar di ujung dalam kenikmatannya.

“Sshshs aaassshhh… enak sekali… sssshhh… aduhhh.. sshshsh…” jerit tertahan Hana.

Aku pun semakin mempercepat gerakanku, aku goyang dan memaju-mundurkan agak kasar liang vagina sempit ini.

“Duk…bluessss… duuk… bluess…” kulihat pangkal penisku agaknya nyajar semuanya masuk,

“Sssh shhh shh… terussss… Jar… ssshhh,”

“Aku puas… ssshh hmmm… Jar… cepat… ssshh,” lanjutnya.

“Tubuhmu seksi… dan sempurna… sayang…apa boleh…” aku berbicara ngos-ngosan.

“Di… dalam… saja… shsh shhhh mmmhh…” Hana memotong sambil menaikkan pinggulnya sambil menekan pantatku serta membenamkan seluruh penisku seluruhnya

“Aaahhh… sssmmmhh hhmmm…”

Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut keras membuat suara becek goyangan kami yang makin keras.

Aku sudah tidak kuat lagi, ilmuku seakan hilang, kesadaranku melayang. Kemudian sambil melenguh kutarik pinggulnya lengket ke pangkal penisku dan kujilat serta kugigit putingnya, kulepas semua spermaku.

“Aaahh… ssshh…”

“Crot… crot… crot…” Hampir enam atau delapan kali semprotan maniku melesat ke dalam rahimnya.

“Aaahh ss mmm… hmmm… enak… hangat…” Hana mengerang-erang, sambil terus menggoyangkan pinggulnya berputar-putar.

Dalam keheningan nikmat, kubiarkan penisku di dalam vaginanya yang masih terasa sempit, kucium lembut bibirnya dan Hana pun membalas manja, kemudian kutatap matanya sambil tersenyum. Sambil bersikap manja Hana memeluk diriku serta menggigit hisap leherku. Wah.. merah nih jadinya.

Aku kemudian mengangkat tubuhnya dan mengajaknya ke balkon untuk cari angin.

“Mau ngapain di balkon Jar?”, tanya Hana terheran -heran.

“Aku pengen menutup surprise-ku dengan mandi’in kamu”, kataku lagi.

“Bagaimana mandi’innya?, tanya Hana tambah heran tapi nurut saja ketika kurebahkan tubuhnya di atas kursi panjang tanpa senderan di balkon yang sepi itu.

Tanpa menunggu lama, segera kuakhiri surpriseku dengan mandi kucing, yaitu dengan menjilat-jilat lembut seluruh permukaan tubuhnya yang bermandi peluh bercampur madu dan berkilat terkena sinar rembulan yang membuatnya makin indah dengan posisinya yang menelentang pasrah itu. Hana senang sekali dengan perlakuanku itu, dan sambil mendesah kenikmatan dia berkata,

“Jar, kalau bisa kamu sering-sering nginap di sini, saya suka dijilati seperti ini.”

Kira kira ada 10 menit aku menjilatnya, lalu kugendong dia ke kamar mandi, dan kami pun saling membersihkan badan, saling menggosok satu sama lain. Setelah selesai, kami pun masuk ke kamarnya, karena sudah lelah sekali kami tidur nyenyak sambil berpelukan dalam keadaan bugil.Keesokan paginya, antara sadar dan tidak, aku merasa seperti ada sesuatu yang aneh pada diriku. Ketika kubuka mataku, eh, ternyata Hana sudah bangun, dan lebih kaget lagi kulihat Hana sedang menghisap-hisap penisku. Melihatku sudah bangun, Hana berhenti sejenak dan tersenyum.

“Selamat pagi kekasihku, bagaimana tidurnya” tanya Hana manja sambil tangannya tetap mengocok penisku.

“Wah enak banget, tapi kok kamu curang sih, saya khan nggak ngerasain isepan kamu waktu tidur” kataku sambil mengusap-usap buah dadanya.

“Abis kamu tidurnya lelap sekali, saya kagak tega bangunin kamu, tapi siapa tahu kamu mimpi lagi diisepin ha ha ha” ia tertawa sambil terus mengocok penisku.

“Eh Jar, kok waktu kamu tidur, saya ngocokin kamu kok penis kamu bisa bangun sih”

“Ya bisa lah yaw, namanya juga penis orang, emangnya penis plastik, bisa aja kamu, tapi terusin dong pake mulut kamu, Na”

“Ooooke boss, tapi kalau kamu mau keluar, bilang yah”

“Lho, emangnya kenapa?” tanyaku heran.“saya mau pake sperma kamu buat olesin muka dan dada saya, biar kulit saya tambah kencang”.

Lalu Hana kembali mengkaraoke penisku, oh, rasanya nikmat sekali, sesekali ia menatapku sambil tersenyum manis. Mulutnya bergerak maju mundur, sambil lidahnya menggelitik lubang kencingku, rasanya geli-geli nikmat. Tak lama kemudian, aku merasa akan keluar lagi.

“Na, saya mau keluar lagi, ohhh aduuuh” kataku sambil menahan gemuruh di dadaku.

Langsung ia mengganti tangannya untuk mengocokku, dan akhirnya,

“Aduuuh ohhhh, Na terruuss, enaaakk”.

Penisku akhirnya memuntahkan sperma, tapi tidak sebanyak kemarin, dan Hana langsung mengarahkan dadanya ke penisku, sehingga dadanya terkena muncratan spermaku, langsung dia oleskan ke seluruh permukaan dadanya.

“Yaahh Jar, kok dikit banget sayang, muka saya kagak dapet nih” Hana sedikit merenggut.

“Abis tiap hari bercumbu terus sih, ya udah sayang, mumpung penis saya masih tegak, sekarang kamu nunggangin saya aja, khan kamu dapet enaknya juga”

“Nah begitu dong Jar, itu baru namanya pacar saya” Hana tersenyum lagi.

Lalu ia duduk di atas pahaku sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya. Perlahan tapi pasti, penisku mulai memasuki lubang kenikmatannya. Aku sendiri heran juga kenapa hari ini penisku perkasa banget, tapi aku tidak memikirkannya lagi, yang penting enaknya, bung. Hana sendiri mulai bergoyang-goyang sambil meracau tak menentu, seolah olah sedang menunggang kuda, sementara aku meremas remas dadanya yang bergerak naik turun.

Lumayan lama juga aku bertahan, kira kira ada satu jam, sementara kulihat Hana sepertinya sudah orgasme 2 kali, tapi kulihat Hana tidak berhenti juga, mungkin dipikirnya kapan lagi bisa dapat kesempatan seperti ini. Tak lama kemudian, setelah Hana orgasme ketiga kalinya, barulah aku mulai merasakan akan orgasme.

“Na, bangun sayang, saya udah mau keluar nih”

Langsung Hana bangun dan mendekatkan mukanya ke penisku sambil tangannya mengocokku. Dan akhirnya…

“Aaarrrgggggghhh, aduuuh, haaaahhhh” aku ngos-ngosan menahan nikmat.

Akhirnya penisku menyemprotkan spermanya ke wajahnya, lalu ia menggosoknya ke seluruh wajahnya sampai rata.

“Terima kasih sayang, saya puas banget hari ini, saya tidak menyangka bisa orgy sampe 3 kali, kamu perkasa sekali” kata Hana sambil berbaring memelukku.

“Abis bodi kamu seksi banget sih, terutama dada kamu, apalagi pas lagi nunggang saya, kelihatannya seperti dewi dari langit yang lagi goyangin saya.”

“Ah ah, bisa aja kamu” kata Hana sambil mencubit hidungku.

Tanpa terasa, kami tertidur lagi sambil berpelukan, mungkin saking lelahnya bersenggama tanpa henti. Begitulah seterusnya, setiap ada waktu kosong aku dan Hana langsung main lagi, seolah-olah nafsu kami tidak pernah terpuaskan. Selama 3 hari yang kami lakukan hanya makan, main, tidur. Selama 3 hari itu pula kami seperti Tarzan dan Jane, bugil terus. Rasanya anda para pembaca bisa membayangkannya sendiri bagaimana nikmatnya hidup seperti itu. Tapi yang paling penting bagiku adalah cintaku padanya dan cintanya padaku, walaupun aku masih belum tahu sampai kapan kami bisa hidup bersama.

Foto Ngentot Memek tante

klik disini
Nafsu tante pengen d sange sampai puas,colmek rapet,tante sange nih